Debus, Seni Tradisional Banten
Yang Menggunakan jin pendamping
Seni teradisional debus kali pertama diperkenalkan oleh Maulana Hasanudin, Sultan Banten pertama yang mulai me-mimpin sejak tahun 1552. Mulanya Maulana Hasanudin menciptakan debus sebagai sarana dan strategi penyebaran agama Islam di daerah Banten. Memulai cara ini, rupanya Maulana Hasanudin sukses mengajak masyarakat untuk memeluk Islam.
Lambat laun, akibat berbagai pertimbangan makna dan tujuan pergelaran debus diperluas.
Kini debus lebih dikenal sebagai permainan menegangkan yang memukau masyarakat, bahkan bisa dijadikan sandaran hidup.
Debus, mau tak mau, harus bersaing dengan aneka bentuk hiburan lain yang dikemas secara canggih dan rasional.
Mampukah eksistensi debus bertahan ditengah gempuran arus moderenisasi?
Itu semua kembali lagi ke kita sebagai bangsa indonesa, hususnya warga banten sendiri, mampukah mempertahankan atau menjaga teradisi asli bangsa dan daerahnya sendiri ........ !!!
Terima kasih telah membaca artikel t
Yang Menggunakan jin pendamping
Seni teradisional debus kali pertama diperkenalkan oleh Maulana Hasanudin, Sultan Banten pertama yang mulai me-mimpin sejak tahun 1552. Mulanya Maulana Hasanudin menciptakan debus sebagai sarana dan strategi penyebaran agama Islam di daerah Banten. Memulai cara ini, rupanya Maulana Hasanudin sukses mengajak masyarakat untuk memeluk Islam.
Lambat laun, akibat berbagai pertimbangan makna dan tujuan pergelaran debus diperluas.
Kini debus lebih dikenal sebagai permainan menegangkan yang memukau masyarakat, bahkan bisa dijadikan sandaran hidup.
Debus, mau tak mau, harus bersaing dengan aneka bentuk hiburan lain yang dikemas secara canggih dan rasional.
Mampukah eksistensi debus bertahan ditengah gempuran arus moderenisasi?
Itu semua kembali lagi ke kita sebagai bangsa indonesa, hususnya warga banten sendiri, mampukah mempertahankan atau menjaga teradisi asli bangsa dan daerahnya sendiri ........ !!!
Terima kasih telah membaca artikel t

No comments:
Post a Comment